Selamat Datang...Terimakasih -- Telah Berkunjung;tp masih dalam proses,Tapi - Jangan Lupa Bergabung...-- seadanya aja ya,he.."Jangan Menunggu Petang, Jadilah Sesegera Pagi!! -- http://iemaes.blogspot.com/... thank's;

Selasa, 16 April 2013

Sekolah di Ujung Pagi


Oleh: petang (imas masitoh)


Di pagi hari yang cerah, langit tak berselimutkan  awan, tetesan  embun  di dedaunan masih berbekas  hujan semalam tadi dan tak terasa bola besar berwarna terang semakin tinggi semakin hangat  pula tubuh oleh sinarnya mentari.  Ujang masih saja menatap langit di jendela kamarnya sembari memegang buku dan pulpennya. Tiba-tiba ia pun tersenyum sendiri seolah memang ada yang sedang difikirkannya.
“Ujang, ayo cepat berangkat ke sekolah nanti kesiangan!” Ibunya mencoba mengingatkan.
“Iya Emak.” Kata Ujang sambil mencium tangan ibunya.
“Assalaamu’alaikum.”
“Walaikumsalaam.”
Ujangpun bergegas pergi ke sekolah dengan berjalan kaki, tinggal beberapa meter lagi sampai di sekolah, Ujang  kembali lagi ke rumahnya mengambil barang yang ketinggalan.
Aya naon Ujang, balik deui ka imah?”
“Buku Ujang ketinggalan Emak!”
                                                                        ***
            Ketika istirahat Ujang seperti biasanya pergi ke belakang sekolah duduk di bawah pohon  rindang, tak lupa buku dan pulpen yang selalu setia menemaninya. Ujang pun seolah berteriak membaca puisi yang ditulisnya.
Teruntuk dunia, aku tahu aku hanya sekolah yang beralaskan kayu
            Teruntuk akherat, kelak aku ingin mencapai syurgaNya..
Tiba-tiba terdengar ada yang bertepuk tangan menghampirinya, dan ternyata adalah temannya, Nina.
            “Kenapa kamu Jang tidak ikut main dengan teman-temanmu?”Tanya Nina sambil mendekatinya.
            “Kau tahu Nina, aku lagi ingin sendiri. Kok kamu ada disini?”
            “Aku mengantarkan surat dari sekolahku, oya Ada lomba baca puisi Se-Provinsi di sekolah kakakku pekan besok, temanya tentang sekolahku, ini pampletnya, kamu bisa ikut kan?”
            Belum Ujang sempat menjawabnya, bel sekolah berbunyi tanda belajar di kelas akan dimulai lagi, Nina bergegas pergi keluar pagar dengan menaiki mobil pribadinya karena ia sekolah berbeda dengan tempat Ujang sekolah. Nina bersekolah di sekolah yang sudah terkenal di tempat tinggalnya. Nina rumahnya tidak jauh dengan tempat tinggal Ujang.
            “Aku Ujang, aku harus ikut!” Dalam hati Ujang.
Tak terasa bel pulang berbunyi, Ujang, Asep, Lis dan Tatang pulang berjalan kaki bersama-sama. Tak lupa ibu gurunya pun ikut berjalan kaki. Mereka asyik bercengkrama membicarakan tentang sekolah dengan Ibu gurunya.
“Bu, kapan sekolah kita bagus seperti sekolah punya Nina?” tanya Tatang.
“Maksud kamu bagus apanya Tang, bangunannya? “Tanya Lis.
            “Sekolah kita sudah bagus kok, kata siapa belum. Lihat sekarang yang sekolah di sekolah kita siapa? Kan ada kalian, anak-anak ibu yang baik-baik dan pintar-pintar.” Jawab ibu guru sambil tersenyum.
            “Ah ibu ini bisa saja!” Ujang sambil menggaruk-garuk kepalanya.
            “Kenapa kamu Jang?Banyak kutunya?” Canda Asep, semuanyapun tertawa.  
***
          “Emak, buku Ujang bentar lagi habis, patlot Ujang juga semakin pendek.”
           “Sabar yah Jang, Emak sekarang tidak ada uang, bapak juga belum ada kabar kapan bisa pulang.” Jawab ibunya  yang sedang masak sambil mengusap keningnya yang berkeringat akibat rasa panas didekat tungku.  
            “Lagi pula masih bisa kan buku dan pensilnya dipakai.”
            ‘Iya Emak.” Tahan Ujang sambil menunduk menuju kamarnya.
             Ketika Ujang sampai di kamarnya ia melihat pamplet lomba puisi yang di berikan oleh Nina yang ditempel di dinding dekat lemari kamarnya.
           “Ah lombanya sebentar lagi, aku harus siap-siap, tapi untuk registrasinya ada tidak yah?” Ujangpun mengambil kotak berwarna ijo tua di bawah ranjangnya yang mulai reod. Dan kotak itu adalah celengannya.
             Dan seperti biasa ia menulis dibukunya yang tinggal sedikit lagi lembarannya yang kosong juga patlotnya yang semakin mengecil.
                                                                ***
            “Peserta selanjutnya dengan nomor urut 08 atas nama Ujang dari SD Islam Cimayang.“ Teriak panitia lomba.
              Ujang pun bergegas pergi ke arah panggung. Setelah beberapa lama bersorak semuanya kagum atas penampilan Ujang.
             Setelah selesai Ujang pun langsung duduk kembali di kursi yang telah disediakan oleh panitia. Tiba-tiba Nina dan kakaknya mendekatinya.
           “Subhanallah Jang penampilanmu bagus.” Kakaknya Nina mencoba memuji Ujang.
            “Ya Jang bagus sekali, aku bangga punya teman seperti kamu.” Tambah Nina.
 Ujangpun hanya tersenyum.
             “Jang kamu sendirian kesininya, Ibu guru dan teman-teman kamu mana?” Tanya Nina.
              “Iya  Ujang sendirian, Ibu guru dan teman-teman belum bisa kesini, karena jaraknya yang lumayan jauh. Jadi Ujang juga khawatir merepotkan mereka.” Jawab Ujang.
           “Ya udah Ujang pulang duluan yah maaf tidak bisa sampai akhir, tadi Ujang sudah izin kepada panitia. Soalnya Ujang naik kereta kalau sudah sore keretanya tidak ada.”
           “Di anterin yah!” Ajak Nina.
           “Tidak usah, terimakasih yah kak, Nina.”
            ‘Ongkosnya ada?”
           “Iya ada, pamit yah Nina, Kak.”
           “Ya sudah hati-hati yah.”
           “Iya, assalaamualaikum.”
           “Walaikumsalaam.”
            Nina dan kakaknya masih melihat kepergian Ujang sampai tidak terlihat lagi tubuhnya yang kecil, mereka sangat kagum dengan keberanian Ujang. Ujang merupakan peserta  yang datang pertama tanpa ditemani dengan siapapun. Dan sekolahnyapun belum tahu kalau Ujang ikut lomba puisi Se-Provinsi di sekolah kakaknya Nina.
***
               Pagi-pagi sekali Ujang berangkat ke sekolah dengan seperti biasa berjalan kaki, dan dengan tujuan bisa bertemu Nina untuk mendapatkan informasi mengenai lomba puisi kemarin.
“Bagaimana Nina, siapa yang dapat juara puisi?” Tanya Ujang.
“Maaf Jang, kamu tidak dapat juara.” Jawab Nina.
“Iya tidak apa-apa.” Jawab Ujang sambil menundukkan kepala.
Padahal, Ujang sangat berharap bisa mendapat juara dilomba puisi Se-Provinsi itu, karena hadiahnya Ujang ingin membeli buku dan pulpen yang baru, terlebih yang paling utama bisa mengharumkan nama sekolahnya.
Setiba di sekolah ternyata semua siswa harus berkumpul di lapangan ada pengumuman penting dari sekolah, Ujangpun berlari pergi ke kelas menyimpan tasnya dan langsung pergi ke lapangan.
Ternyata pengumumannya adalah bahwa ada yang telah meraih prestasi yaitu melalui lomba. Semua siswa pun gembira mendengarnya dan mulai penasaran  siapa orangnya. Ternyata siswa yang berprestasi itu adalah Asep mendapat juara 1 lomba pidato, Lis juara II lomba  Sains, dan Tatang  juara II lomba menggambar. Semuanya terperangah dengan pengumuman tadi. Dan ternyata Asep, Lis dan Tatang juga tidak memberitahu sekolah bahwa mereka mengikuti lomba itu. Dan mereka mengikuti lomba di sekolah kakaknya Nina, hanya dihari yang berbeda. Oleh karena itu, Asep, Lis, Tatang pada kaget. Dan ternyata mereka punya niatan yang sama dengan Ujang salah satunya ingin mengharumkan sekolahnya. Dan sekolah sangat berterima kasih kepada mereka karena telah mengharumkan sekolah.
“Dan ada satu lagi pengumuman.” Kata kepala sekolah.
Serempak semuanya diam penasaran. Pengumumannya adalah ada siswa baru ternyata siswa baru itu Nina temannya Ujang. Nina pun diberi kesempatan untuk menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan bahwa ia sangat kagum terhadap sekolah barunya, siswa-siswanya yang baik, ramah, ditambah berprestasi dan bisa menjadi tauladan bagi sekolah yang lain.  Dan sekolah barunya  merupakan sekolah Impiannya.
“Salah satu contohnya adalah Ujang keadaannya tidak memadamkan semangatnya untuk sekolah, iapun pemberani dan akhlaknya yang baik serta berprestasi dan alhamdullillah ia telah mendapatkan juara pertama lomba baca puisi Se-Provinsi di sekolah kakakku, selamat yah Ujang, maaf Nina bohong dulu padamu soalnya ingin memberikan kabar bahagia ini di depan teman-temanmu juga.” Sambil menyalami Ujang.  Semuanya bertepuk tangan dan menangis haru atas kabar bahagia yang di dapat di sekolah mereka.  Akhirnya Ujangpun bisa membeli buku dan pensilnya yang baru. 

Kamis, 31 Januari 2013

Catatan di jejaring sosialku^_^



mengapa?
oleh Imas Masitoh pada 5 Januari 2012 pukul 17:12 ·\

lembayung senja di sore hari
aku merenung sendiri
aku masih punya semangat
walau tak lagi menyengat

aku tak tau
mengapa masih terus memikirkanmu
aku tak tau
mengapa masih terus merindukanmu
mengenangmu
mengapa sampai ku bisa tertarik padamu

bersama sahabat2 perjuanganku
tidakah kau sahabat merindukanku
dan merindukannya?
kurasa ini bukan hanya aku
semoga...

bersambung...
mengapa aku mencintainya?

…………………………….kapmi

 ****************************************************
cintaku menyapa
oleh Imas Masitoh pada 22 Mei 2011 pukul 10:21 

birunya langit dan birunya laut tentu tak sama
hati yang terpaut karena cinta
indah dan damai rasanya


jika setiap saat  mengingatnya
selalu dekat dengannya
jika jauh merindukannya
dan semakin gelisah rasanya

aku takut cintaku menduakannya
cintaku menjadi buta

kucari cinta yang luar biasa
ternyata hanya kepadanya
cinta pada yang Maha Kuasa
karena aku merindukanNya

ya Rabb..
 ****************************************************
saudariku
oleh Imas Masitoh pada 27 April 2010 pukul 18:50 

hati ini memendam rindu
pada saudariku..
hm, lama sudah tak bertemu
menunggu waktu
berharap bertemu
semoga nafas ini masih ada padaku
sehingga masih bisa mendoakanmu
ku harap kau tetap atas tujuan gerak langkahmu
ayo, ukhti kau mampu...
teruslah melaju
walau bara api menghadangmu..
ayo, ukhti ingatlah tujuanmu..
mengharap ridho dari yang menciptakanmu..
aku cinta dan merindukanmu...
saudariku...
bagaimanapun kau tetap saudariku

**************************************
Tersenyumlah saudariku
oleh Imas Masitoh pada 28 Maret 2010 pukul 15:59 

saudariku,tersenyumlah..
jika sesuatu itu menyedihkanmu 
yakinlah kau bisa melewatinya
jalan yang berliku, menguji kesabaranmu..

saudariku, tersenyumlah..
sebagai rasa syukur atas nikmatNya
terpancar bening di wajahmu
karena senyummu..

saudariku, tersenyumlah..
sebagai bahasa perasaanmu
mangalir cinta atas kebahagaianmu
laksana cahaya mentari di pagi hari

saudariku, tersenyumlah..
jika langit itu mendung, tetapi di wajahmu
tetap bersinar secercah cahaya indah
memancar di wajahmu
walau angin lebat datang 
ku harap kau tetap tegar,biar menghadang

saudariku, tersenyumlah..
bangkitkan terus semangatmu
langkahkan terus kakimu
karena jalan dakwah ini masih panjang
dan semoga nanti kita bisa bertemu di syurgaNya

tersenyumlah saudariku…

kumpulan ketikan jemariku 2009-2012


up date statusku walaupun tidak semuanya tertuliskan:-)

2009
"orang yang baik adalah orang yang malu jika perkataannya lebih banyak dari perbuatannya.."
tau ga? kewajiban kita lebih banyak dari pada waktu yang tersedia, so jangan di sia-siakan ya
KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI? QURAN MENJAWAB "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya. " - Surah Al-Baqarah ayat 286
marhaban ya ramadhan,di bulan suci ini mari kita jdikan sbagai tujuan utk perubahan menuju kebaikan.tetap semangat.ok.salam snyum..
ITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN? QURAN MENJAWAB "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." - Surah Al-Baqarah ayat 216 tersenyumlah^_^.....!
MUTIARA KATA "Aku mencintaimu kerana agama yang ada padamu, jika kau hilangkan agama dalam dirimu, hilanglah cintaku padamu." (Imam Nawawi) ayo semangaaaat..^_^
"cinta sejati adalah cintanya sepasang pengantin yang telah di ridhoi Allah dan di doakan seratus ribu malaikat penghuni langit, tak ada perpaduan kasih lebih indah dari pernikahan"(demikian sabda Nabi) subhanallah.... saudaraku tersenyumlah...!!^_^ n smangat ok
di larang cemberut, meningan senyum..tuh,tuh kan manis...^_^
"lakukanlah kebaikan jangan mengeluh dengan keadaan diri"
harus OPTIMIS innallaha ma'ana^_^
asw.alhmdllh..sgala puji hanya bgi Allah, saudara saudariku tmksh ats ucpn slmat milad n doanya smoga pa yang di do'a kan, dmikian juga untuk yg mendoa kan. amiin.^_^
2011
jadilah pemenang sejati dalam hal apapun..
PERCAYA DIRI, apapun hasilnya dalam UAS itulah kemampuan kita,
ingat kita adalh calon pendidik,,,
keburukan apapun yang menimpa kta itu adalah dri perbuatan kita sndiri,
saya tidak mempunyai teman
tapi saya mempunyai banyak sahabat..
alhmdllh, trimakasih^_^
bgmana dengan anda???
alhmdulillah ...
syukuri apa yang ada . . .
maka nikmatpun akan di tambahNya
"sukses membuat perencanaan berarti merencanakan kesuksesan. sebaliknya gagal membuat perencanaan berarti merencanakan kegagalan" ayo semangat .... Allahuakbar!!!

2012
dukung 14 februari sebagai hari menutup aurat internasional 
tolak valentine day
saudariku...
cara untuk menjadi istri yang terbaik, hanyalah melalui suami
cara untuk menjadi suami yang terbaik, hanyalah melalui istri
tidak bisa melalui pacaran..
pacaran hanya mengajarkan bagaimana caranya menjadi pacar terbaik, bukan suami atau istri terbaik.
(Moh.fauzil Adhim)
@surat cintaku

morning spirit:
keep spirit for Allah n do the best to Lillah.

smangat saudariku:)
@ctatancintaku

1 Juli 2012 melalui seluler
kesuksesan sbuah organisasi tidak lpas dr peran almni & keistiqomahan para pengurusnya,,

smngt saudariku:)

@cttngrakan

4 Oktober 2012 melalui seluler
Whai saudaraq
bangkitkn smngt!
krn prubhn adlh kpastian
rbut stiap pluang
jgn sibuk dg hal yg tdk pnting
'_'/
#plurade
lm usia brwjud pnghrpan suci,brtiraikn doa d stiap sjud,
mngukir cinta dgn smngt iman&keadabn
@tth2qsmgt kn da Allah:)
dear saudariku..
jgalah kmuliaan dn ksucianmu jgn smpai cntik n manisnya wjahmu d nikmati olh orng yg blm berhak atsmu..
masa lalu adalah dulu
masa depan adalah harapan

bngkitkn smangat!
dan BERSIAP SIAGALAH!
:-)


biru aku
d sinarnya gemintang dlm sjud hningny mlmku
biru aku
d smgtny glombang syukur dlm snyum pgiku
biru aku y Rabbku
bunga akan lebih indah jika dipetik pada waktunya_
@ ~
\/ ~
 
:-<<>
2013
1 Januari melalui seluler
jk msih ragu,mk kuatkanlh!
niatan yg baik akn lbh indah&brmakna jk d iringi dgn mlkukanny jg
smgt,kn da Allah:)
@petang
4 Januari melalui seluler
rindu kembali brsma tiupan2 ukhuwh,lukisan tawa&canda,dn goresan kersil brsm dlm bingkai
Kmenangan:)
@KAPMI


--<@
12 Januari melalui seluler
mnjdiknny ktor tdk btuh wktu yg lma,ttp utk mnjdknny brsih btuh wktu yg lma.

@Amal soleh: buang smpah pd tmpatny yuk:-)
17 Januari melalui seluler
jk hati bisa brbicara
airmata tumpah bak lautan di samudra
memerih senyum d kedalamannya..
hati atw kata yg brbusa?

@..

Kamis, 20 Desember 2012

Ingin Kulihat Senyum Di Wajahmu, Umi Dan Abiku



Oleh : petang'_'/
Setiap anak pasti ingin membahagiakan orang tuanya ini dilakukan sebagai rasa ingin membalas jasa atas segala yang telah di berikan oleh kedua orang tua mereka. Walaupun sebenarnya semua yang dilakukan tak kan terbalaskan dengan apa yang telah mereka berikan. Namun sebagai anak ingin membuktikan rasa cinta itu.
Tapi terkadang kita berpikir terlalu jauh yang namanya ingin membuat orangtua bahagia misal dengan membelikannya emas, mobil atau rumah dan lain sebagainya yang belum tentu kita juga bisa membelinya. Padahal “banyak hal kecil dan biasa tapi maknanya luar biasa” jika dilakukan apalagi dilakukan dengan penuh keikhlasan dan sebagai rasa cinta kita terhadap orang tua dan sebagai rasa syukur kita terhadap Allah swt. yang telah menciptakan kita sebagai hambaNya yang bertaqwa.
1.      Dengan sikap kita ketika di rumah, yang tadinya tidak rajin jadi rajin, yang tadinya suka bangun kesiangan tidak lagi, rajin tahajud, duha dan lain sebagianya. Nurut sama orangtua suka bantu orangtua sudah tanpa di suruh lagi atau tanpa harus minta upah buat jajan. Atau dengan kita sudah bisa mandiri, kuliah dengan uang sendiri bahkan kita yang bisa memberi uang kepada orangtua kita bukan mereka lagi.
2.      Memberikannya hadiah, tidak harus mahal bisa dikondisikan dengan keadaan kita. Dan tidak perlu hanya moment moment tertentu bisa kapan saja,  ketika kita berpergian jauh, selalu ingatlah untuk memberikan mereka oleh-oleh, ketika kita akan pulang ke rumah selalu sisihkanlah uang  jajan walaupun dari mereka untuk kita belikan sesuatu bisa berupa makanan, minuman kesukaan mereka. “walaupun mereka juga bisa membelikan apa yang kita berikan tapi rasanya akan berbeda ketika anaknya sendiri yang membelikannya.”
3.      Perhatian, jika orangtua kita saja bisa perhatian terhadap kita anaknya, seharusnya kita lebih perhatian terhadap orangtua kita . Akan tetapi faktanya? Ketika mendapat sms dari orangtua kita, kita lama balas smsnya, tapi kalau dari yang dicinta atau yang lainnya cepat-cepat di balas. Pernahkah juga kita menanyakan kabar duluan atau telepon duluan kepada kedua orangtua kita? Subhannallah betapa perhatiannya orangtua kita tak ingin anaknya kenapa-napa . pernahkah juga kita memikirkan mereka? Ketika kita sedang senang menghambur-hamburkan uang pemberian mereka pernahkah berfikir betapa susah dan payahnya mereka mencarikan uang untuk kita. Untuk itu minimal kita menanyakan kabar dan memberi kabar terhadap mereka jangan sampai di dahulukan lagi oleh mereka gara-gara kita sibuk yang sebenarnya mereka lebih sibuk dari kita.
4.      Ucapan, ketika kita tidak bisa membelikan apa-apa untuk mereka minimal kita mengucapkan terimakasih kepada mereka. Tapi inipun kadang masih sulit dilakukan karena faktor malu, susah diungkapkan jika sudah dihadapan orangtua kita, walaupun hanya lewat sms tapi mau ngirimnya itu lama, padahal sebenarnya apa susahnya. Jika diingat lagi kita telah banyak menyusahkan mereka, tapi kita untuk hanya mengucapkan terimakaih saja sulit apa lagi yang lainnya. “Aku mencintai dan menyayangimu bu” dengan mengatakannya di hadapannya. Sudahkah?
5.      Dengan do’a, dengan mendoakannya di dalam setiap sujud kita ini yang paling mudah, jika orang tua kita saja bisa dalam kekhusuannya beribadah dan diringi linangan air mata yang tak pernah henti, serta gerak bibirnya dalam bertasbih mengingat Tuhannya. Kita seharusnya lebih bisa.
Nah itulah hal-hal yang biasa yang mudah-mudahan efeknya luar biasa dan bisa menjadi bahan renungan kita juga sebagai anak serta tidak melupakan kewajiban kita sebagai anak sebagaimana dalam firman Allah : “dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” QS.Lukman: 14. Kita bisa lihat senyum mereka, umi dan abi kita di bumi Allah ini dengan menjadikan mereka jalan menuju syurganya Allah dan bahkan kita sebagai anaknya bisa mengajak mereka. Karena keberhasilan menjadi seoarang anak adalah bisa menghantarkan kedua orangtuanya dan dirinya menjadi penghuni syurga. Semoga kita termasuk didalamnya. Aamiin.

Senin, 17 Desember 2012

Dear Umiku



Umiku..
Salam rindu dan sayang walau ku tahu kau jauh dariku
Anak yang solehah menjadi asamu kepadaku
melangkah dalam rasa ini ingin selalu dekat denganmu
dan senyum indah di wajah cantikmu selalu ada dalam asaku

Maafkan aku umi...
Di setiap kata yang menggores hitam di putihnya hatimu
Tajamnya lisan dan ringannya tanganku  melukaimu
Buramnya wajah ketidaktundukanku padamu

Maafkan umi, Karena ku,
Melesuh  payah wajah dan tubuhmu untuk membesarkanku
Lapar hausmu kau relakan untukku
Waktu berhargamu kau hadiahkan untukku
Kenyang tidak hausmu kau berikan untukku
Wangi  segarmu kau percikkan untukku
Dan segala-galanya kau berikan demi kebahagianku

Terimakasih umiku...
Atas butiran-butiran cinta  yang selalu menetes dalam setiap sujud doamu
Peluk kasih yang terus kau curahkan di setiap usiamu
Kata-kata keimanan yang berseteru memadu kasih dalam taqwamu
Semangat embun pagi yang selalu kau kucurkan disetiap langkahku
Pengorbananmu di sepanjang usiaku
Tetesan-tetesan cair dalam kebekuan untuk mengenal Rabbku
Untuk yang kemarin, sekarang dan yang akan datang terimakasih umiku.....
Salam cinta dalam harunya biru yang menderu  rindu untukmu...
Dear umiku.
                  
                                                @ merahsaga,11 Desember’12 di bumi Allah          



Rabu, 07 November 2012

Biarkan aku menangis


                                         Biarkan aku menangis ...
                                         Sebagai rasa haruku yang membiru
                                         Sebagai rasa laluku yang mengadu
                                         Rasa rasa penyedap dalam kalbuku

                                         Biarkan aku menangis ...
                                         Karena guronan  batu yang menepis
                                         Biarkan aku menangis
                                         Karena luka yang memanas
                                         Biarkan aku menangis
                                         Menangis rindu dan malu
                                         Pada Rabbku…

                                         Biarkan aku menangis ..
                                         Dengan butiran cinta yang bagai gerimis
                                         Membasahi wajahku yang menghempis
                                         Yang tunduk dan sujud haru  cinta yang berlapis

                                         Biarkan aku menangis ...
                                         Bukan karena tragis
                                         Bukan karena pesimis apalagi mengemis
                                         Tapi karena cintaku pada Rabbku…

                                                                                 kampus, Depan IC, 17 oktober 2012